KESALAHAN TERBESAR PENGIKUTI IMADUDDIN
RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ada satu kesalahan mendasar imadiyyah sehingga banyak tokoh besar Nadhiyyin dari kalangan Kuyaha' (para kiai) yang tidak respek dan malah justru ilfill dengan mereka yaitu mereka menyerang usulnya Alawi (Imam Ubaidillah).
Visi utama imadiyyah "untuk memberi pelajaran sayyid-sayyid muda yang jumawa" mungkin banyak yang mendukung tapi ketika caranya dengan menyerang usulnya Alawi ini yang memantik resisten justru dari kalangan Ulama' dan Ahli Ilmu Non Ba Alawi.
Kenapa ?
Logika sederhana saja, ibaratkan ada mata air yang deras dan jernih, darinya mengalir banyak aliran serta diambil manfaatnya oleh banyak orang tapi ternyata ada beberapa aliran yang melewati tanah berlumpur sehingga aliran tersebut keruh
$ads={1}
Alih-alih membersihkan saluran berlumpur sehingga airnya jernih kelompok Imadiyyah justru menyalahkan mata airnya dan meminta untuk ditutup, tentu saja banyak orang yang mengambil manfaat dari sumber mata air itu yang menolak bukan malah respek.
Baca juga: Membenci dan Menyakiti Habib Tidak Mendapatkan Syafaat Nabi
Apalagi narasi yang dibawa cenderung jawa sentris, saya pribadi punya asumsi Tgk Muda Qori ditendang kelompok imadiyyah bukan hanya karena beda pandangan tapi memang sedari awal cuma dimanfaatkan maka ketika sudah sampai pada bagian bagi amplop yang bersangkutan disisihkan tinggal petinggi-petinggi berdarah "Jawa" (buktikan saja sendiri, lihat tokoh utama mereka) sebab diakui atau tidak bahwa ada slogan dalam dada mereka "Jawa adalah Koentji".
Oleh: Ustadz Muhammad Salim Kholili
Demikian Artikel " Kesalahan Terbesar Pengikut Imaduddin "
Semoga Bermanfaat
Wallahu a'lam Bishowab
Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -